Bhineka Tunggal Ika,
itulah semboyan bangsa Indonesia, yang maknanya berbeda-beda namun tetap satu jua. Indonesia negeri yang kaya raya akan
budaya, bahasa, suku, ras dan agama di dalamnya. Hanya ada di Indonesia
perbedaan-perbedaan yang begitu banyak dapat membaur menjadi satu, hanya ada di
Indonesia umat berbeda agama dapat hidup berdampingan dengan rukun, dan hanya
ada di Indonesia yang setiap daerahnya memiliki bahasa dan logat bahasa yang
berbeda-beda.Menurut data terakhir kemeterian pendidikan dan kebudayaan saat
ini di Indonesia terdapat 652 bahasa
daerah.
Wow sangat luar biasa
bukan? Bahasa daerah ini digunakan oleh masyarakat dalam percakapan sehari-hari,
setiap daerah biasanya memiliki gaya bahasa atau logat yang berbeda-beda dalam
berbicara, misalnya dalam bahasa jawa ( karena saya orang jawa saya mengambil
contoh dalam bahasa jawaJ) logat bahasa jawa orang jawa timur
berbeda dengan logatnya orang jawa tengah maupun orang Jogja. Bahkan logat
bahasa orang yang sama-sama jawa tengah pun juga sudah berbeda, misalkan ada
daerah yang menggunakan bahasa jawa ngapak
dan bahasa jawa yang biasanya. Jika dilihat dari segi bahasa daerah saja
sudah banyak sekali perbedaannya.
Belum lagi kalau
membahas soal agama di Indonesia, pasti akan lebih banyak lagi masalah-masalah
perbedaan antar umat beragama di Negeri tercinta kita ini. Indonesia mengakui 6
agama resmi, yaitu Islam, Kristen Protestan, Katholik, Hindu, Budha dan yang
terakhir Khong Hu Cu. Ke enam agama ini memiliki kepercayaan dan ajaran yang
berbeda-beda. Indonesia sendiri mayoritas masyarakatnya memeluk agama islam.
Namun hal itu bukan berarti masyarakat muslim dapat berlaku seenakmya saja
kepada masyarakat non muslim. Setiap rakyat memiki hak untuk memilih agama
sesuai dengan keyakinannya masing masing sesuai dengan undang-undang dasar 1945
pasal 28E ayat (2) yang menyatakan bahwa “setiap orang berhak atas kebebasan
menyakini kepercayaan”.
Peraturannya sudah
jelas bukan? Karena sudah termaktub di Undang-Undang Dasar 1945. Indonesia akan
terlihat berwarna dengan perbedaan-perbedaan yang ada. Bukankan pelangi itu
indah karena warnamya yang bermacam-macam? Coba kita bayangkan jika di dunia
ini hanya ada satu warna saja, warna hitam misalnya, maka kita tidak akan
pernah mengenal warna-warna lain, begitu pula dengan Indonesia. Apabila
Indonesia hanya memiliki satu budaya, satu agama, ataupun hanya memiliki bahasa
nasional saja maka Indonesia tidak akan menjadi berwarna. Perbedaan itu adalah
anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa agar kita para manusia bisa belajar memaknai
perbedaan dalam arti luas, bukan hanya dalam arti sempit saja.
baca juga: full day school memajukan atau menghancurkan?
baca juga: full day school memajukan atau menghancurkan?
Di sisi lain perbedaan
seharusnya bisa menyadarkan manusia agar senantiasa bersyukur atas pemberian dari
Yang Maha Kuasa. Dengan perbedaan kita dapat membuka pikiran dan mata hati kita
untuk memaknai perbedaan itu dengan saling menghormati dan bertoleransi. Namun, dewasa ini banyak
sekali manusia-manusia yang kurang sadar akan pentingnya sikap tenggang rasa
atau dalam bahasa arab disebut “Tasamuh”,
manusia-manusia yang kurang sadar akan pentingnya dikap tenggang rasa cenderung
memiliki ego yang tinggi, baginya apapun yang diinginkan harus terpenuhi apapun
dan bagaimanapun caranya.
Manusia-manusia seperti
ini sudah dibutakan oleh egonya sendiri-sendiri. Mereka bisa melakukan cara apapun
untuk mencapai misinya. Walaupun dengan melanggar hak asasi manusia sekalipun.
Manusia yang sepeti ini biasanya sudah terjangkit paham radikalisme, paham yang
sangat menyesatkan bagi orang-orang yang mengikutinya. Misalnya, para teroris. Para teroris mengatasnamkan
agama islam sebagai senjata pamungkas mereka. Mereka berlomba-lomba untuk
menciptakan Negara Islam (Khilafah Islamiyah) di Indonesia. Padahal masyarakat
Indonesia tidak hanya masyarakat yang beragama islam saja, Indonesia terdiri
dari 6 agama yang diakui oleh Negara. Para teroris tadi adalah oknum-oknum
pemecah bangsa yang layak untuk dimusnahkan.
Indonesia begitu beragam bukan? Seharusnya keberagaman
yang bermacam-macam itu yang menjadikan rakyat menjadi semakin bersikap
tenggang rasa dan memiliki jiwa solidaritas yang tinggi, tidak mudah meremehkan
orang lain , dan menjadi lebih bersyukur
dengan semua keadaan yang diberikan kepada kita semua. Dengan banyaknya perbedaan-perbedaan
yang ada di Negeri ini kita harus memiliki keyakinan dan kepercayaan dalam hati kita,
tanpa mencaci orang-orang yang berbeda dengan kita. Pebedaan itu indah kawanJ
Jadi kesimpulannya kita harus selalu menerapkan dalam diri kita rasa toleransi
dan tenggang rasa kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar