Minggu, 18 November 2018

Seharusnya Pendidikan Menjadikannya Candu Bukannya Membelenggu


Pendidikan merupakan media untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan bertujuan untuk membangun tatanan bangsa yang berbalut dengan nilai-nilai kepintaran, kepekaan, dan kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan dihadirkan demi menghantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang beradab dan berbudaya, dan pendidikan dilahirkan untuk memperbaiki kebobrokan yang sudah menggumpal di segala sendi kehidupan bangsa ini.

Paparan diatas menunjukkan tujuan-tujuan utama dari pendidikan. Untuk mewujudkan hal tersebut agar tidak   sekedar isapan jempol belaka, dibutuhkan kebijakan-kebijakan pemerintah yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan tersebut. Tentunya pemerintah Indonesia telah membentuk kebijakan-kebijakan yang ditujukan guna memperbaiki struktur pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang full day school bagi peserta didik baik di jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas.

Tentunya pemerintah telah mempertimbangkan keputusan tersebut dengan  matang-matang,  mulai dari sisi positif hingga sisi negatifnya. Jika dilihat dari sisi positif  mungkin jumlah tatap muka di sekolah jauh lebih banyak sehingga materi yang diberikan dapat terselesaikan sesuai target yang ditentukan dalam satuan semester, selain itu peserta didik juga akan lebih banyak memiliki waktu weekend bersama keluarga. Namun tak ada gading yang tak retak, dibalik sisi positif  yang ada pasti ada pula sisi negatif yang ditimbulkan. Salah satunya yaitu peserta didik akan mengalami kelelahan selama di sekolah, akibatnya mereka tidak dapat berfikir dengan fokus apalagi ketika hari sudah semakin sore.
baca juga: anti radikal ala santri

Sekolah saya sebelumnya memang belum menerapkan sistem full day school, namun saya dapat  merasakan apa yang dirasakan peserta didik yang sekolahnya menerapkan sistem full day school. Dikarenakan ketika menginjak bangku akhir masa SMA saya merasakan yang namanya tambahan pelajaran untuk ujian nasional. Pembelajaran dimulai dari pukul 07.00  hingga pukul 16.00.  Selama sembilan jam otak kita dipaksa untuk berfikir dan memahami materi pelajaran. Akibatnya badan dan otak  akan  merasa lelah sehingga konsentrasi belajar akan menurun. Begitu pula dengan guru yang mengajar di depan kelas, beliau juga akan merasakan hal yang sama ditambah lagi dengan antusias peserta didik yang semakin berkurang. Hal ini akan menyebabkan kurang kondusifnya kegiatan belajar mengajar di sekolah yang dilaksanakan secara full day.

Selain fakta-fakta di atas yang menyebabkan kurangnya suasana kondusif dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, peserta didik juga akan kekurangan waktunya untuk bersosialisai, berorganisasi dan mengekspresikan bakat dan minat yang mereka punya melalui organisasi dan ekstrakulikuler  di luar kelas. Suasana  persaingan yang terasa di ruang kelas akan membentuk pribadi peserta didik menjadi manusia yang egois dan memikirkan kepentingan diri sendiri yang sangat berbanding terbalik dengan organisasi di luar kelas yang mengajarkan peserta didik untuk mementingkan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi.

Sebelum diterapkannya program full day school di sekolah-sekolah umum, sepulang sekolah lapangan, ruang-ruang organisasi dan ruang ekstrakulikuler penuh dengan peserta didik yang sedang bersosialisasi baik dengan kawan sebaya, adek kelas maupun kakak kelasnya guna mengembangkan bakat dan minatnya di bidang mereka masing-masing. Ada yang menekuni bidang olahraga, bidang kesenian dan bidang yang berbau kerohanian agama. Bahkan halaman depan sekolah juga dipenuhi dengan orang-orang yang sedang bergerombol untuk berdiskusi untuk memecahkan suatu permasalahan.

 Hal ini yang perlu digaris bawahi bahwa fulldays school mengurangi ruang peserta  peserta didik  dalam mengembangkan potensinya. Karena sejatinya pendidikan tidak melulu hanya memberikan materi di ruang kelas saja, namun pembelajaran di luar kelas seperti bersosialisasi, berorganisasi mengembangkan bakat sesuai bidang juga merupakan pendidikan yang tidak kalah penting.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome To 2019

 hallo